21 Desember 2010

Perhatian pada detail

Mungkin saja ini adalah catatan akhir tahun 2010. Aku sendiri tidak yakin, apakah esok, lusa, sebelum tahun berganti, aku masih berkesempatan untuk menorehkan "sejarah" pada blog ini lagi.

pekanbaru, lampu lalu-lintas, hijau

Hingga istriku menepuk tas sandang yang berisi beragam perlengkapan kemudian berkata, "Ayah, kalau begitu terus, kapan kita bisa (me)nyeberang jalan (dengan aman, nyaman dan tanpa melanggar lampu lalu lintas)?" Mulanya aku sendiri tidak menyadari hal yang dimaksud. Karena saat itu aku sedang asyik memotret kota Pekanbaru dari salah satu sisi "pintu masuk"-nya, dimana berdiri tegak patung seorang gadis berkerudung memegang tepak sirih, yang juga menjadi simbol ucapan selamat datang bagi tamu dalam budaya melayu.

pekanbaru, lampu lalu-lintas, merah

Sontak aku pun tersenyum kecut, lalu mengalihkan fokus kamera hampir tiga menit berikutnya untuk mengabadikan "kekejaman pada pejalan kaki" yang terjadi di ibu kota provinsi Riau itu. Niatnya sudah benar, teringin aku mengirimkan copy hasil jepretan itu nanti pada redaksi RiauPos melalui email setibanya kami di penginapan sore nanti. Tapi niat tinggal niat, lelah dan malas akhirnya mengalahkan niat baik tadi: agar pemda, melalui pihak DLLAJ, memperhatikan kecorobohan yang entah telah berlangsung berapa lama itu.

Utamakan Keselamatan dan Kenyamanan

Perhatian pada detail itu penting. Bahkan bisa dikata sangat penting. Tidak sedikit jenis pekerjaan yang menjadikan "attention to detail" sebagai syarat diterimanya seorang calon pekerja. Karena memang faktanya, tidak sedikit kecelakaan kerja yang terjadi akibat kelalaian atau kecerobohan.

Perilaku yang tidak aman atau unsafe behaviour merupakan penyebab dominan, hingga 96 persen dari penyebab kecelakaan kerja. Sementara kondisi lingkungan yang tidak aman atau unsafe condition memberikan sumbangan hingga 10 persennya. Jelas untuk menurunkan angka kecelakaan kerja, dibutuhkan perhatian ekstra pada detail. Baik itu pencegahan dan perbaikan pada sisi perilaku (pekerja) juga lingkungan (kerja).

Tidak, tidak. Hal tersebut di atas tidak saja terjadi pada pekerjaan yang bersifat lapangan belaka. Jangan kira anda yang sehari-hari berada di balik meja terbebas dari hal tersebut. Bila anda pernah menyaksikan Ed Catmull yang merupakan pimpinan di Walt Disney Animation Studios dan Pixar Animation Studios berkisah dalam Keep Your Crisis Small, anda tentu tahu tentang bagaimana sepasang pegawai yang karena kealfaan hingga meninggalkan bayi mereka di dalam mobil saat harus bekerja. Dan anda juga kemudian tahu apa yang dilakukan Catmull dan tim tentang menciptakan lingkungan yang aman, juga nyaman untuk menghindari kecelakaan serupa terjadi kembali.

Tiga tahun aku bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang jasa telekomunikasi ini juga, tidak berarti aku tidak pernah mengalami saat-saat mendebarkan. Alhamdulillah, meski semuanya masih bisa dilewati dengan happy ending, tetap saja, kecelakaan adalah kecelakaan. Dan kita dituntut untuk selalu menghindarinya. Ya, sebagai penegasan sekaligus repetisi dari judul: perhatian pada detail itu sangat penting.

Sebagai penutup, anda yang fans berat group musik legendaris The Beatles, mungkin juga sudah pernah membaca buku berjudul The Beatles Way. Dimana di dalamnya diuraikan beberapa contoh hal-hal kecil yang sengaja mereka buat dalam beberapa kesempatan untuk memancing perhatian penggemarnya. Uraian tentang hal tersebut dapat anda temukan pada Bab ke 5, yang merupakan topik paling penting dalam buku tersebut. Bab tersebut diberi judul: Kontrol.

...
There is one thing I'm sure of,
I will love her forever.
For I know love will never die.
Every little thing she does,
She does for me, yeah.
And you know the things she does,
She does for me, oooh.
Every little thing she does,
...

Every Little Thing, Beatles for Sale, The Beatles, 1964.

Rujukan

Catatan:

  • Kedua foto ilustrasi di atas saya ambil pada sebuah siang 20 Juni 2010 yang melelahkan namun ceria. Lampu lalu-lintas tersebut berada di perempatan Mal SKA, dari sisi Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru, Riau.
  • Tulisan ini tidak begitu tajam, karena memang aku (juga anda) sedang dilatih untuk memperhatikan setiap detail... hihihi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar