Tampilkan postingan dengan label open source. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label open source. Tampilkan semua postingan

10 Desember 2011

CentOS 6.1 telah dirilis

Beberapa minggu lalu aku sedang nge-draft tulisan tentang CentOS CR repository. Karena repo tersebut sangat penting untuk diterapkan pada CentOS 6 box. Hanya saja, draft tinggal draft. Gak kunjung "sempat" di publish tuh tulisan. *sibuk bener ye*

Tapi barusan dengan sadar aku klik saja tombol "Delete" itu. Tahu kenapa? Karena baru sebentar tadi, ku lihat news feed: CentOS 6.1 released. Ya sudah, nanti aku domplengkan saja tulisan penggantinya dalam format versi amat sangat ringkas sekali. Hihihi.

Cek ke mail lists announce@, memang ada sejumlah email baru tertanggal 9/12 yang belum sempat aku baca. Salah satu email itu adalah dari oom Karanbir Singh berikut: [CentOS-announce] Release for CentOS-6.1 i386 and x86_64. Masih hangat, selisih hampir tiga jam saja.

Well,... berarti waktu rilis CentOS 6.1 ini memiliki selisih tiga hari dari RedHat merilis RHEL 6.2, dan _wow_ sekira enam bulan dari RHEL 6.1 dirilis. Catat: enam bulan. Terbayang dong "indahnya." Maka dari itu, pesan ringkas pada tulisan ini, sebagai berikut:

  • yum -y install centos-release-cr
  • yum update

Bermain RedHat OpenShift

Waktu senggang hari ini aku gunakan untuk bermain dengan RedHat OpenShift. Yoi, udah rada basi. Tapi namanya belajar gak pernah ada kata "telat", kan? Karena sekedar belajar sambil bermain-main, maka OpenShift Express merupakan platform yang aku pilih.


OpenShift Express sendiri adalah tempat berkarya dan mengelola karya kita di atas shared cloud computing. Sisi renyahnya adalah, kita dapat berkarya dengan bebas dan gratis. Namun sudah tentu yang gratis begini ada batasannya. Beberapa batasan tersebut di antaranya adalah: (1) OpenShift Express mirip seperti shared hosting (2) setiap akun hanya dapat membuat 5 applikasi, 20 ribu berkas (3) disk space yang tersedia sebesar 256MB (4) per applikasi dapat menggunakan maksimum 300MB RAM dengan 100MB swap (bila overload hihi) (5) dan masih banyak lagi kalau dibandingkan dengan Openshift Flex.


Eh eh, sebelum dimulai, sekedar informasi, sistem operasi yang aku gunakan adalah Fedora 14. Yuk, mari mulai. Bagian pertama adalah tentu saja mengakses portal OpenShift. Kemudian lanjutkan dengan mendaftar di ikuti dengan verifikasi dan aktifasi akun. Lalu sign in deh. Selamat datang!


Selanjutnya, pada halaman awal, segera klik Open control panel pada bagian Express. Nonton video dan demo sih tunda ntar aja.


Sepertinya bermain langsung dengan shell lebih enak, jadi buka terminal aja deh hihihi. Kemudian lanjutkan dengan mempersiapkan OpenShift Express client tools. Langkahnya sebagai berikut:

  • cd /etc/yum.repos.d/
  • sudo wget https://openshift.redhat.com/app/repo/openshift.repo
  • sudo yum install rhc

Setelah memiliki client tool, kita lanjut dengan membuat domain atau namespace dengan cara:
rhc-create-domain -n fp -l user@example.com


Perintah di atas berarti aku membuat domain dengan nama "fp" menggunakan akun "user@example.com". Maka, sila sesuaikan domain dan akun yang digunakan. Karena SSH digunakan untuk authentikasi git repository pada OpenShift, maka pada tahap ini SSH key untuk digunakan pada tahap selanjutnya akan secara otomatis dibuatkan.


Berikutnya, mari aktifkan ssh-agent dan menambahkan key yang akan digunakan untuk authentikasi. Setelahnya langsung lanjutkan dengan melakukan test verifikasi auth dengan rhc-chk. Oh ya, SSH key yang digunakan bisa saja menggunakan yang sudah kita miliki, cukup sesuaikan pada tahap ssh-add. Namun pada contoh ini, aku menggunakan SSH key yang telah dibuat sebelumnya. Lengkapnya demikian:

  • ssh-agent
  • ssh-add ~/.ssh/libra_id_rsa
  • rhc-chk

Nah sekarang kita bisa mulai membuat applikasi. Tapi sebelumnya aku pindah ke direktori kerja "pg" aka Play Ground. Sebagai mainan pertama, aku akan membuat applikasi dengan nama hello dengan PHP-5.3 sebagai tipe applikasi. Ada beberapa pilihan tipe yang bisa digunakan, yaitu: php-5.3, perl-5.10, jbossas-7.0, rack-1.1, wsgi-3.2, dan raw-0.1. Lengkapnya sebagai berikut:

  • cd ~/pg
  • rhc-create-app -a hello -t php-5.3

Kini, seharusnya ada sebuah folder "hello" pada direktori kerja, dan mainanku sekarang bisa diakses dengan alamat hello-fp.rhcloud.com. Artinya sedikit lagi selesai hehe. Aku lanjut dengan memodifikasi halaman utama. Dari halaman default "Welcome to OpenShift" menjadi "Hello World". Yang aku lakukan kemudian adalah:

  • cd hello
  • git mv index.php orig.index.php
  • cat > index.php <<EOL
    <?php
    
    echo "Hello World!";
    
    ?>
    EOL
    
  • git add index.php
  • git commit -a -m "initial commit"
  • git push

Cek hasilnya, yang ini sebelum modifikasi (orig.index.php) dan ini pula setelah modifikasi (index.php). Nah, selanjutnya? Ah, aku cukupkan saja sampai disini. Kalau mendapati dirimu ikut belajar dengan maenan ini, maka sila teruskan imajinasimu. Gutlak, semoga cloudnya selalu cerah dan gak cloudy! *apa sih*


Referensi:



10 November 2011

Fedora 16 telah dirilis

Melalui mailing list announce@, pada 8 November (UTC), dengan subyek Announcing the release of Fedora 16 (Verne), Robyn Bergero, Fedora Program Manager, mengumumkan secara resmi ketersediaan Fedora 16.


Secara ringkas, berikut adalah daftar beberapa hal yang baru pada Verne;


  • GNOME 3.2
  • KDE Plasma workspace 4.7
  • Migrasi dari GRUB Legacy ke GRUB2
  • Penomoran User ID pada sistem dimulai dari 1000
  • Chrony sebagai NTP client default
  • Sugar .94, platform pembelajaran yang digunakan pada proyek OLPC
  • dan masih banyak lagi...

Menunggu apa? Segera dapatkan, install dan gunakan Fedora 16 ;-)

19 Juli 2011

Memainkan berkas mp3 di Fedora

Ih kehabisan bahan tulisan, nih? Ooo tidak, hihihi. Justru ini cara menyalurkan energi positif.

Tadi lihat statistik kok masih ada yang nyari cara muter mp3 di Fedora. Mungkin lagi galau hatinya. Teringin mendengarkan lagu-lagu sentimentil setelah sukses membabat habis OS lain di HDD PC/Notebook-nya ;-)

Ringkas aja deh, ya. Pertama, aku akan berasumi bahwa dirimu menggunakan GNOME sebagai default desktop environment. Kedua, tentunya sudah memiliki Rhythmbox. Ketiga, ada koneksi ke internet. Lanjut?
  • Install repo RPM Fusion. Sekalian saja install yang Free dan Nonfree, jangan ragu.
  • (ikuti petunjuk pada taut.)
  • Sudah? OK. Lanjut install gstreamer-ffmpeg beserta paket lain yang dibutuhkan.
    yum install gstreamer-ffmpeg
  • Untuk Fedora 15, tambahkan gstreamer-plugins-bad dan teman-temannya.
    yum install gstreamer-plugins-bad
  • Untuk Fedora 17, yang dibutuhkan hanya gstreamer-plugins-ugly dan paket pendukung lainnya.
    yum install gstreamer-plugins-ugly
  • Yawdah, selese. Coba aktifkan Rhythmbox-nya sekarang ;-)
Semoga bermanfaat.

13 Juli 2011

Selamat datang: CentOS 6

Selamat! Per 10 Juli kemarin CentOS 6.0 telah resmi dirilis.

Ya, rilis kali ini terbilang telat hingga sempat menjadi bahan obrolan panjang di banyak tempat berkumpul komunitas. Terlebih ketika upstream sudah meluncurkan EL 6.1 pada 19 Mei lalu.

Tapi tidak perlu terlalu khawatir, penjelasan sekilas oleh oom Karan sudah dicantumkan sebagai berikut;

Since upstream has a 6.1 version already released, we will be using a Continous Release repository for 6.0 to bring all 6.1 and post 6.1 security updates to all 6.0 users, till such time as CentOS-6.1 is released itself.

Dan aku baru saja berkesempatan melakukan instalasi. Seperti biasa, netinstall. Beberapa paket dari repository lain juga baru saja sebentar tadi selesai ditambahkan. Singkat kata: Masih polos, dengan pilihan desktop. Eh tapi server wannabe. Hihihi

[user@c6 ~]$ rpm -qa | grep '-release'
epel-release-6-5.noarch
centos-release-6-0.el6.centos.5.x86_64
remi-release-6-1.el6.remi.noarch

Mesin yang digunakan untuk instalasi cukup jadul juga. Demikian spesifikasi perangkat keras yang aku gunakan: prosesor Intel(R) Celeron(R) CPU 2.53GHz dengan RAM 1GB dan HDD 320GB yang dirakit pada main board Asus P5RD1-VM. Tentu semua hardware tersebut sudah cukup, sesuai kebutuhan minimum instalasi yang dianjurkan oleh upstream.

Yuk, mari kita acak-adut ;-)

Oops, banner promo CentOS untuk web mesti di update nih. Hehe.

25 Mei 2011

Fedora 15 dirilis

Melalui mailing list announce@, pada 24 Mei, dengan subyek Announcing the release of Fedora 15 (Lovelock), Jared Smith, Fedora Project Leader, mengumumkan secara resmi ketersediaan Fedora 15.

Sekilas, berikut adalah daftar beberapa fitur pada Lovelock;

  • GNOME 3, KDE plasma workspaces 4.6 dan Xfce 4.8 desktop environment
  • Ketersediaan file system Btrfs
  • LibreOffice menggantikan OpenOffice
  • Perambah web Firefox 4
  • Systemd menggantikan SYSV init
  • Sugar .92, platform pembelajaran yang digunakan pada proyek OLPC
  • Kompresi XZ (LZMA varian), memungkinkan lebih banyak applikasi tersedia pada versi Live-CD
  • Perbaikan pada fitur power management
  • Perbaikan pada ABRT, crash reporting tool
  • Perbaikan pada SELinux troubleshooter
  • dan banyak lagi...

Lennart Poettering yang menelurkan systemd juga sudah mempublikasikan koleksi taut dokumentasi pada tulisan berjudul systemd Documentation. Tentu akan membantu kita untuk menyelami systemd yang merupakan fitur baru pengganti SysVinit dan Upstart yang bertindak sebagai system and session manager.

Jadi,... dapatkan, install dan gunakan segera Fedora 15 :)

11 Mei 2011

On MySQL Slave: Could not parse relay log event entry

Lagi-lagi karena sumber daya listrik utama (baca: PLN) bertingkah dan tidak ada cadangan sumber listrik darurat alias UPS atau sebangsanya (misal: genset). Tapi yang satu ini menyebalkan. Memangnya yang lain enggak? Hihihi.

Menyebalkan karena remote node dan fakir bandwidth. Heuheuheu. Juga menyebalkan karena harus RESET SLAVE, yang mana slave harus mengejar kembali posisi current di master kalo sudah tertinggal jauh. Jadi, solusi yang saya tuliskan ini hanya satu dari sekian banyak metode lainnya. Anda tentu lebih kenal medan dan cara yang tepat menanganinya.

110510 20:40:14 [ERROR] Error in Log_event::read_log_event(): 'read error', data_len: 317, event_type: 2
110510 20:40:14 [ERROR] Error reading relay log event: slave SQL thread aborted because of I/O error
110510 20:40:14 [ERROR] Slave: Could not parse relay log event entry. The possible reasons are: the master's binary log is corrupted (you can check this by running 'mysqlbinlog' on the binary log), the slave's relay log is corrupted (you can check this by running 'mysqlbinlog' on the relay log), a network problem, or a bug in the master's or slave's MySQL code. If you want to check the master's binary log or slave's relay log, you will be able to know their names by issuing 'SHOW SLAVE STATUS' on this slave. Error_code: 0
110510 20:40:14 [ERROR] Error running query, slave SQL thread aborted. Fix the problem, and restart the slave SQL thread with "SLAVE START". We stopped at log 'mysql-bin.007426' position 5946944

O.K. Bila anda menemukan kasus serupa, yang perlu dilakukan adalah;
mysql> STOP SLAVE;
mysql> SHOW SLAVE STATUS\G
** bila tak punya akses ke berkas log seperti di atas, catat informasi Relay_Master_Log_File dan Exec_Master_Log_Pos.
** pada contoh di atas, adalah mysql-bin.007426 dan 5946944
mysql> RESET SLAVE;
mysql> CHANGE MASTER TO MASTER_LOG_FILE='mysql-bin.007426', MASTER_LOG_POS=5946944 ...;
** ... lengkapi dengan informasi master lainnya, lihat CHANGE MASTER TO Syntax
mysql> START SLAVE;

Demikian, semoga bermanfaat. Eh jangan lupa siapkan cadangan sumber daya listrik untuk server kesayangan anda. Hahaha.

2 Mei 2011

Firefox 4 Launch Party Bandung

Yak, kemarin sore jadi juga menghadiri Mozilla Firefox 4 Launch Party Bandung yang bertempat di Potluck Kitchen. Dan foto-foto berikut ini sedikit oleh-oleh dari sana.


Firefox 4 launch cake with KUMI topping.


Firefox 4 SWAG with KUMI, SPARK and EMBER papertoy


Mozilla Firefox team. Ki-Ka: Gen Kanai, Christian Legnitto, Luke Wagner


Firefox 4 SWAG in detail

Great party, great community, great place, great food! Awesome!

7 April 2011

Install Adobe AIR di Fedora 14

Oke, ceritanya kemarin dan hari ini aku ikut melakukan tes sebuah applikasi desktop. Applikasi tersebut berfungsi sebagai perambah yang nantinya digunakan di sisi pelanggan untuk menikmati konten multimedia juga beberapa layanan berbayar terintegrasi lainnya. Sebagai prasyarat instalasi, applikasi itu membutuhkan Adobe Flash Player dan Adobe AIR.

Adobe Integrated Runtime, also known as Adobe AIR, is a cross-platform runtime environment developed by Adobe Systems for building Rich Internet Applications (RIA) using Adobe Flash, Adobe Flex, HTML, and Ajax, that can be run as desktop applications.

Nah, instalasi si Adobe Air tadi sedikit menyebalkan, terutama saat mencari paket dependensinya. Opiniku, karena informasi error yang ditampilkan tidak begitu jelas alias ngajak tebak-tebakan gitu deh, hihihi. Jadi, mari mendokumentasikan proses instalasi Adobe AIR versi 2.6 di Fedora 14 (x86_64). Siapa tahu ada yang butuh. Yuk!

Pertama, sila mengunduh repo adobe-release. Pilih YUM pada menu pilihan "Select version to download" di http://get.adobe.com/air/. Kemudian lanjutkan dengan menginstallnya. Pada modus CLI di terminal, proses ini dirangkum sebagai berikut;

sudo rpm -Uvh http://linuxdownload.adobe.com/adobe-release/adobe-release-i386-1.0-1.noarch.rpm

Kemudian kita menginstall paket-paket dependensi yang diperlukan oleh Adobe AIR.

sudo yum install glibc.i686 dbus-glib.i686 hal-libs.i686 kdelibs3.i686 libXt.i686 libxslt.i686 libxml2-devel.i686 nss-devel.i686 rpm-devel.i686 gnome-keyring-devel.i686 gtk2-devel.i686

Terakhir, mari kita install Adobe AIR itu sendiri.

sudo yum install adobeair

Bonus, bila belum menginstall Adobe Flash Player, sekalian deh...

sudo yum install nspluginwrapper.i686 nspluginwrapper.x86_64 flash-plugin

Well, selesai sudah catatan kecil ini. Semoga bermanfaat.

22 Maret 2011

PowerStack repository

PowerStack is a repository that allows you to run the latest LAMP versions in your Enterprise Linux. Currently both CentOS and RHEL are supported (i686 and x86_64).

Pantas dicoba sebagai pendamping Remi, EPEL, DAG dan PGRPMS di CentOS development box.

15 Maret 2011

MySQL + Memcached itu....

MySQL 5.5.9 5.5.10
Memcached 1.4.5
php 5.3.6 (RC3)
tcpdump 4.1.1

seru
bikin gue...
makin susah t i d u r

semoga gag kebawa mimpi... hihi

3 Desember 2010

Broadcom BCM4312 Driver on Fedora 14

Last night, while doing our partner's servers maintenance—remotely—I also helped to make the installation of Fedora 14 on my colleague's notebook. He use Compaq CQ40 notebook. Overall, Fedora 14 works great—WORKS OUT OF THE BOX—on this notebook, except one thing. The Broadcom BCM4312 wireless device. Uff!

But it does not mean we will leave this network device unused. No no No. Nah, by writing this post, I want to share how to activate the Compaq CQ40 built in Broadcom BCM4312 wireless device on Fedora 14. Here is how:

  • Follow the guide on how to installing the RPM Fusion Nonfree Repositories
  • Now open a Terminal, yap you have to switch to root environtment by using su - or sudo [command], do: yum install kmod-wl b43-fwcutter

That's all, now please reboot your notebook. After booting (and login), activate your wireless device by pressing the wireless button on the top of CQ40 dashboard (wait for the blue led on). Taraaam... give yourself a round of applause!

14 November 2010

Synergy alternatif berbagi pakai keyboard dan mouse

Bekerja secara efektif (dan efisien) adalah bentuk konsistensi kita untuk meningkatkan produktifitas. Bercerita tentang mewujudkan efektifitas pada pekerjaan tertentu, dengan hanya sebuah monitor atau layar komputer yang menampilkan apa yang sudah dan sedang kita kerjakan, seringkali menjadi hambatan tersendiri. Apalagi bila berhubungan dengan monitoring, baik yang divisualisasikan dalam bentuk teks, maupun grafis.

Hal tersebut di atas dapat disiasati dengan beragam cara. Misalnya virtual desktop yang memungkinkan kita berpindah ke ruang kerja tertentu, adalah bentuk sederhananya. Alternatif lain, seperti multi monitor pula, telah memungkinkan kita menggunakan beberapa monitor sekaligus meski dengan sebuah komputer saja. Teknologi ini berkembang sejalan dengan kombinasi peningkatan kemampuan pengolahan input/output pada perangkat keras serta perangkat lunak komputer.

Bila kedua pilihan implementasi teknologi tadi dirasa kurang pas, salah satu pilihan lainnya adalah dengan menggunakan beberapa unit komputer. Kelemahan memanfaatkan model ini adalah kita akan membutuhkan beberapa perangkat input berupa keyboard (dan mouse) ekstra untuk dapat berinteraksi dengan sistem. Tapi kebutuhan ektra tersebut kemudian dapat diganti dengan memanfaatkan perangkat keras bernama KVM switch. Hanya saja dengan menggunakan KVM switch, berarti kita masih harus mengatur switch—secara manual atau digital melalui kombinasi tombol— untuk berinteraksi dari satu komputer ke unit komputer lainnya.

Benar adanya, bila meninjau aspek penggunaan daya listrik, model yang terakhir dapat dikatakan tidak efisien, alias boros. Karena kita harus menyalakan sejumlah unit komputer sekaligus, padahal utilisasinya mungkin saja tidak tinggi. But, show must go on,... nah kalau sudah demikian—menggunakan kata show—aku kira akan butuh bentuk lain lagi, sebut saja: Distributed Multihead X.

Bila anda memperhatikan dengan seksama, posisi duduk dengan notebook yang terletak di atas meja kerja pada foto yang digunakan sebagai ilustrasi di tulisan ini, tentu anda bisa menyimpulkan bahwa itu bukan jarak yang nyaman untuk berinteraksi langsung dengan I/O pada notebook tersebut. Mungkin cukup nyaman bila sekedar menggunakan touchpad, tapi tidak halnya dengan keyboard, hehe.

Nah, aku sendiri, dalam pekerjaan sehari-hari cenderung mengimplementasikan kombinasi dua model berikut ini: Virtual desktop + KVM switch yang berbasis perangkat lunak. Virtual desktop yang sudah native berjalan diatas X Window System, jelas sudah menjadi keseharian sejak aku hijrah ke GNU/Linux. Tambahan centil-centilan alias efek dari Compiz menambah apik dan fun-nya bekerja menggunakan Linux.

Software based KVM switch yang aku gunakan, bernama Synergy. Tak jauh berbeda dengan KVM switch berbasis perangkat keras yang umum di pasaran, hanya saja dengan menggunakan Synergy, kita tidak lagi perlu mengatur switch atau menekan tombol untuk berinteraksi dari satu komputer ke komputer lain. Cukup dengan mengarahkan mouse pada tampilan monitor yang diinginkan, maka semua perangkat input baik itu keyboard atau mouse sudah dengan sendirinya siap digunakan untuk berinteraksi dengan komputer tersebut.

Pada panduan berikut ini, aku menggunakan dua buah komputer dengan Fedora sebagai sistem operasinya. Konfigurasi jaringan pada LAN yang aku gunakan adalah 192.168.1.0/255.255.255.0. Komputer pertama berupa desktop pc dengan hostname light.lan menggunakan Fedora 12 dan alamat IP 192.168.1.112. Komputer lainnya berupa notebook dengan hostname nb.lan menggunakan Fedora 14 dan alamat IP 192.168.1.114. Perhatikan bahwa beberapa perintah hanya dapat dilakukan dalam lingkungan root, sehingga anda bisa mengeksekusinya dengan menggunakan sudo atau berpindah user dengan su -. Dan yang perlu anda siapkan adalah sebagai berikut;

@light.lan dan @nb.lan

  • menginstall paket synergy-plus
    yum install synergy-plus

@light.lan

  • membuka akses TCP port 24800 dari ip 192.168.1.114 dengan system-config-firewall-tui dari terminal atau dari menu System > Administration > Firewall atau melakukan perubahan langsung pada berkas /etc/sysconfig/iptables
  • setelah menyesuaikan firewall anda, restart service iptables dengan service iptables restart
  • buat dan sesuaikan bagian section: links serta section: aliases pada berkas berikut lalu simpan dengan nama .synergy.conf di folder home anda.
    section: screens
     desktop:
     notebook:
    end
    
    section: links
     desktop:
      right = notebook
     notebook:
      left = desktop
    end
    
    section: aliases
     desktop:
      light.lan
     notebook:
      nb.lan
    end
    
  • menambahkan program yang dijalankan secara otomatis setiap kali anda login ke sistem melalui menu System > Preferences > Startup Applications. Klik tombol Add, lalu pada kolom Name isi dengan Synergy Server, dan pada kolom Command isi dengan /usr/bin/synergys. Simpan dengan menekan tombol Save dilanjutkan dengan menekan tombol Close.
@nb.lan
  • menambahkan program yang dijalankan secara otomatis setiap kali anda login ke sistem melalui menu System > Preferences > Startup Applications. Klik tombol Add, lalu pada kolom Name isi dengan Synergy Client, dan pada kolom Command isi dengan /usr/bin/synergyc --restart 192.168.1.112. Simpan dengan menekan tombol Save dilanjutkan dengan menekan tombol Close.

Setelah semua langkah tersebut diatas selesai, lakukan logout, dan login ulang ke masing-masing sistem komputer. Kemudian dengan menggunakan mouse pada desktop cobalah menembus batas monitor antar komputer tersebut.

Semoga bermanfaat.

SANGGAHAN
...tulisan ini mungkin tidak fokus pada judul, dengan harapan dapat memancing minat anda mengeksplorasi setiap hal yang akan disampaikan.

5 November 2010

Install Skype on Fedora

There are some great application for chat, voice and video calling. From MSN Messenger (now Windows Live Messenger), Yahoo Messenger, Skype, and Google Talk. The state of some features from some of them are partially available (I can say it lack) on Linux OS. Let say, Yahoo Messenger is very popular IM network for general Internet user. It can be found and used from PC to mobile phone. Yap, mostly for chat—in term of text chat—only.

And I personally use—and love—this kind of old and primitive chat method. As a *nix users, did you remember things like wall, write and talk? As an Internet users, did you remember time we have chit-chats in IRC era? And time just keep moving. Lately, for some purpose—and reasons—, we use voice/video call from pc-to-pc, and voice call from pc-to-phone. Yap, here is a proof of concept were evolution theory works very well on software industry.

We may said that technology behind Microsoft Windows Live Messenger, Skype and Google Talk are the best implementation in voice/video call. Right now. And Google Talk is the only one IM with voice/video call feature that using open protocol as a base, XMPP. Please refer to Wikipedia article for more comparison of IM Protocol.

Back to the topic. To install Skype application on Fedora system—tested on Fedora 13,14,15,16—what you have to be done are listed below. Please note, you must use root account or using sudo to run these commands.

  • install required dependencies:
    yum install qt-x11.i686 alsa-plugins-pulseaudio.i686 libXScrnSaver.i686

  • for Fedora 15 and up, you also need:
    yum install libXv.i686

  • now, install Skype itself:
    yum localinstall --nogpgcheck http://download.skype.com/linux/skype-2.2.0.35-fedora.i586.rpm

  • and you're done

As a bonus, here is how to install Google Talk voice and video chat plugins.

  • Before proceed, please check latest system update from System > Administration > Sotware Update
  • Go download the Google Talk voice and video chat plug-in from your Firefox browser
  • Choose the right version for your Fedora system
  • Select Open with: Package Installer
  • Press Install button on popup question "Do you want to install this file?"
  • be patient, and installation should be finished in seconds (or minutes) related to speed of your connection.

Enjoy your call while you do your works. Hope it can optimize your productivity.

Fedora sound problem on Asus A42F

If you have ASUS A42F or ASUS K42F notebook and it's installed with Fedora, you might experience little problem with your sound system. For example, you can not hear any sound, or built in mic does not work completely. These problem occurs only after Fedora 13 updated to the 2.6.34 kernel with new ALSA driver.

Basically, this problem may occurs on any GNU/Linux system with integrated Intel HDA based audio. But you don't have to worry about this. As a part of open community, what you have to do is let the kernel an ALSA hackers know if you experience some regression after driver update. Please take a look some notes on HD Audio driver. Don't forget to share what you have been done to make your computer can play a song again :)

After upgrading my notebook to Fedora 14, I just found a single problem left, which is built in microphone not working properly. So upgrade to the latest version of Fedora is recommended.

Enough, let's fix this little problem. First, make sure your audio system is activated from the BIOS. Also please make sure your input/output audio is not muted. Second, please check your sound card model with:

cat /proc/asound/card0/codec#* | grep -i codec

If the above command return the same output (see below), you can follow this guide until the end. Otherwise you may take a look another options explained later.

Codec: Realtek ALC269
Codec: Intel IbexPeak HDMI

From the HD Audio Models on Linux Kernel website, this Realtek ALC269 model have some types;

ALC269
======
  basic         Basic preset
  quanta        Quanta FL1
  eeepc-p703    ASUS Eeepc P703 P900A
  eeepc-p901    ASUS Eeepc P901 S101
  fujitsu       FSC Amilo
  lifebook      Fujitsu Lifebook S6420
  auto          auto-config reading BIOS (default)

Now, what you have to do is change the default model to the one working model for your ASUS A42F or ASUS K42F notebook. Here is the results matrix I have tested on Fedora 13.

model mic headset speaker
basic ok nok ok
quanta ok nok ok
eeepc-p703 nok nok nok
eeepc-p901 nok nok nok
fujitsu nok nok ok
lifebook ok ok ok
auto nok nok nok

From the matrix above, you have to create configuration file to replace the default model when module loaded. Remember, that this kind of modify, need root environment, so please use sudo or su - before command.

  • Open Terminal
  • Copy-Paste the lines below;
    echo "options snd-hda-intel model=lifebook" >> /etc/modprobe.d/local.conf
  • close the Terminal, and reboot

After reboot, make sure you can hear your played favourites music through built in speaker and headset. And don't forget to test your microphone. Please note, to work with your built in microphone, you have to change default Input Connector to Microphone 2 on Sound Preferences which accessible from System > Preferences > Sound menu.

Yet another little notes, if you use Pidgin as your Internet Messenger application, make sure you set Method to ALSA instead of the Automatic from the Sounds Options tab on Pidgin Preferences menu.

Enjoy!

4 November 2010

Fedora 14 install from USB

Hello World!

So here I want to share you a thing that may help you to explore a meaning of the word of freedom. I just did fresh install new Fedora 14 on my ASUS A42F notebook. This Fedora release named Laughlin, taken from Robert Betts Laughlin, a professor of Physics and Applied Physics at Stanford University.

Just like another post talking about Fedora 13 install from USB. My notebook was fresh installed using USB flash disk boot image. But, I have to choose Network Install method because of—currently—there are no complete DVD ISO image of Fedora 14—the 64bit version for more specific—available on Indonesian Open Source Software repository. Say it FOSS-ID, id-REPO and local university FOSS mirrors. Ugh, Sadly!

OK, there are so many roads lead to Rome. Let's begin...

Some note to take care:

  • I assume you have download the 64bit version of Fedora 14 Network Install ISO, and you saved the ISO file as /data/Fedora-14-x86_64-netinst.iso. Hey, it should work with another x86_64 ISO, such as Fedora 14 Desktop Edition (Gnome based), Fedora 14 KDE Spin, and many more!.

  • I assume your USB Flash disk device is /dev/sdb. Just like mine. And you need at least 300MB free space for syslinux and Network Install ISO itself.

  • Every single step below must be done in root environment. So you could use either su - or sudo [command].

Preparation steps:

  • Install LiveCD Tools and syslinux. Mine (on Fedora 13 system) was livecd-tools-033-3 and syslinux-3.84-1, higher version should be better:
    yum install livecd-tools syslinux

  • Create USB flash install media, it takes some times to finish, so please be patient:
    livecd-iso-to-disk --reset-mbr /data/Fedora-14-x86_64-netinst.iso /dev/sdb1

  • That's it. You're done. Now you can safely remove your USB flash disk.

Installation steps:

8 Juni 2010

Fedora 13 install from usb

Yesterday, I did a fresh install of Fedora 13 to new PC. With a Fedora 13 DVD ISO, 8GB USB flash disk, and Fedora 12 system in another PC, here the complete step to prepare the installation that I want to share to.

Please note:

  • I assume you have download the 64 bit version of Fedora 13 DVD ISO, and you saved the ISO file as /data/Fedora-13-x86_64-DVD.iso. Hey, I think it is also work with another x86_64 ISO, such as Fedora 13 Gnome, Fedora 13 KDE Spin, and many more!.

  • I assume your USB Flash disk device is /dev/sdb. Mine was /dev/sdd, as I have some HDD in existing system.

  • Every single step below must be done in root environtment. So you could use either su - or sudo [command].

Preparation steps:

  • Install LiveCD Tools and syslinux. Mine was livecd-tools-031-1 and syslinux-3.75-4, higher version should be better:
    yum install livecd-tools syslinux

  • Create usb flash install media, it takes some times to finish, so please be patient:
    livecd-iso-to-disk --reset-mbr /data/Fedora-13-x86_64-DVD.iso /dev/sdb1

  • That's it. You're done. Now you can safely remove your USB flash disk and following the short Quick Start Installation Guide or the complete Goddard Installation Guide. Go, Rock it!.

25 Mei 2010

Just Released: Fedora 13, Goddard

Hey, Fedora Project just released—the two weeks delayed—Fedora 13 right now.

Fedora 13 have some major improvements, below:

  • Automatic print driver installation
  • Automatic language pack installation
  • Redesigned user account tool
  • Color management to calibrate monitors and scanners
  • Experimental 3D support for NVIDIA video cards

Oh ya, also some other features in the "Goddard" include:

  • A new way to install Fedora over the Internet
  • SSSD authentication for users
  • Updates to NFS
  • Zarafa Open Source edition, a new open-source groupware suite
  • System rollback for the Btrfs file system
  • Better SystemTap probes
  • A Python 3 stack that can be installed parallel to an existing Python stack
  • Support for the entire Java EE 6 spec in Netbeans 6.8

So what are you waiting? Go get it and choose the right media—the right way—to install to your lovely desktop and notebook.

While waiting your ISO completely arrived on your disk, please read more complete details on the F13 one page release notes.

20 April 2010

Absurditas Paten Perangkat Lunak

Judul: Patent Absurdity: how software patents broke the system.
Sutradara: Luca Lucarini
Publikasi: PatentAbsurdity.com

Absurditas Paten: bagaimana paten-paten perangkat lunak merusak sistem. Merupakan sebuah film ringkas berdurasi setengah jam dengan tema penerapan paten pada perangkat lunak.

Film ini diangkat dari sejumlah wawancara. Sebuah film yang mengekplorasi kasus paten perangkat lunak dan perjalanan dari aktivisme yudisial yang memicu mereka—para aktivis perangkat lunak—kemudian bangkit. Efek samping tentang kerugian yang terjadi kepada pengembang perangkat lunak serta—secara umum—kerugian ekonomi yang lebih luas juga diulas didalamnya.

Film yang mulai dipublikasikan pada 16 April 2010 dan telah diputar di acara Connecticut Film Festival pada 4 s.d 9 Mei 2010 lalu, kini dapat anda tonton secara langsung dari situs webnya. Atau bila berkenan, anda dapat mengunduhnya untuk ditonton bersama orang-orang disekitar anda guna memberikan informasi tentang dunia perangkat lunak—lebih spesifik pada perangkat lunak bebas—disekitar kita.

Beberapa halaman dan pranala luar yang ditampilkan di situs wiki SWPat.org, memberikan informasi lebih jauh tentang topik yang dibahas pada film ini.

Akhirnya, saya sangat yakin, pun bila anda belum menemukan inti dari hal-hal yang coba diangkat dari beberapa wawancara yang disajikan, kemudian anda akan mendapatkannya dari beberapa analogi atau perumpamaan menarik, termasuk sebuah ilustrasi musik penutup berupa Symphony No. 5 karya Beethoven yang awalnya begitu indah dan sensasional menjadi hambar tak berseni sebagai gambaran akibat dari penerapan paten—bila saja itu terjadi—sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Stallman pada 2002, yang juga diangkat dalam film ini.