26 November 2010

Nasihat dan Makna Gurindam Dua Belas

Nasihat dan Makna Gurindam Dua Belas (Gurindam 12 atau Gurindam XII)

Bingung! sebulan kebelakang pengunjung blog cilik ini naik gak jelas. Referensinya sama, berhubungan dengan makna Gurindam Dua Belas, arti Gurindam 12 atau apresiasi Gurindam XII, sebuah karya legendaris dari pemilik nama lengkap Raja Ali Haji bin Raja Haji Ahmad bin Raja Haji Fisabilillah bin Opu Daeng Celak alias Engku Haji Ali bin Engku Haji Ahmad Riau, yang lebih kita kenal dengan sebutan Raja Ali Haji. Ada apa, sih?

Aha, curiosity killed the cat, tapi sesekali iseng, tentu boleh, kan. Heu! Tidak perlu keahlian khusus membaca pola—eh, ini bukan kode—saya menduga pengunjung kagetan ini datangnya dari siswa yang mencari jawaban untuk tugas sekolah. Hehe, jaman sudah berubah, ya.

Coba deh, kalau saja mau sedikit usaha bertanya atau meminjam buku ke teman-teman di program Bahasa, tentu sudah dapat jawabannya. Pada halaman 45 - 46, buku Bahasa dan Sastra Indonesia SMA dan MA Kelas XII Program Bahasa pegangan mereka sudah lebih jelas, tuh. Referensinya juga gak nanggung, langsung di ambil dari buku Apresiasi Puisi: panduan untuk pelajar dan mahasiswa tulisan seorang Guru Besar dalam bidang ilmu sastra: Prof. Dr. Herman J Waluyo, M.Pd.

Baik, mari saya kutipkan kembali saja.

Kedua belas pasal "Gurindam Dua Belas" tersebut berisi nasihat tentang agama, budi pekerti, pendidikan, moral, dan tingkah laku. Pasal I dan II memberi nasihat tentang agama (religius). Pasal III tentang budi pekerti, yaitu menahan kata-kata yang tidak perlu dan makan seperlunya. Pasal IV tentang tabiat yang mulia, yang muncul dari hati (nurani) dan akal pikiran (budi). Pasal V tentang pentingnya pendidikan dan memperluas pergaulan dengan kaum terpelajar. Pasal VI tentang pergaulan, yang menyarankan untuk mencari sahabat yang baik, demikian pula guru sejati yang dapat mengajarkan mana yang baik dan buruk. Pasal VII berisi nasihat agar orang tua membangun akhlak dan budi pekerti anak-anaknya sejak kecil dengan sebaik mungkin. Jika tidak, kelak orang tua yang akan repot sendiri. Pasal VIII berisi nasihat agar orang tidak percaya pada orang yang culas dan tidak berprasangka buruk terhadap seseorang. Pasal IX berisi nasihat tentang moral pergaulan pria wanita dan tentang pendidikan. Hendaknya dalam pergaulan antara pria wanita ada pengendalian diri dan setiap orang selalu rajin beribadah agar kuat imannya. Pasal X berisi nasihat keagamaan dan budi pekerti, yaitu kewajiban anak untuk menghormati orang tuanya. Pasal XI berisi nasihat kepada para pemimpin agar menghindari tindakan yang tercela, berusaha melaksanakan amanat anak buah dalam tugasnya, serta tidak berkhianat. Pasal XII (terakhir) berisi nasihat keagamaan, agar manusia selalu ingat hari kematian dan kehidupan di akhirat.

Sumber: Apresiasi Puisi oleh Herman J. Waluyo, hal. 46 - 49.

Selamat belajar, ya!

3 komentar:

Nisa Sugiarti mengatakan...

terima kasih... ini sangat amat membantu tugas saya.. XD

Dharma Maha Yusa mengatakan...

Apa mungkin ya? Guru Bahasa di seluruh Indonesia mewajibkan Gurindam 12? atau Gurindam 12nya yang terkenal? hehe

Ngomong-ngomong, terimakasih ya mas, atas informasinya ini, saya juga lagi nyari tugas

Nikmat Desrita mengatakan...

Terimakasi ya...
ini membantu untuk tugas saya

Poskan Komentar