6 Maret 2011

P365-M1: Menggabungkan Foto

Alhamdulillah! Berkesempatan menulis lagi disini. Rasanya semakin langka dan mahal saja ya untuk dapat membeli barang secuil waktu yang bisa dinikmati. Heum, berlebihan hi hi hi. Tapi, rasanya memang hampir demikian deh. Sejak jagoan kedua lahir, semua alokasi seakan diacak-acak. Meski nyatanya itu sudah resiko yang harus dihadapi. Pengorbanan, kan. "Dua puluh empat jam waktu ku adalah miliknya", kata mama "Alpha" — julukan calon ponakan — suatu waktu di messenger. O.K. lah, selagi berkesempatan, menjelang larut malam ini, sambil ngobrol dengan om Irvan, mari kita manfaatkan.

Saya sudah niat untuk mengabadikan beberapa foto sang jagoan sejak lahir hingga berumur 1 tahun nanti. Proyek 365, biasanya disebut. Saya akan buat acak dari beberapa sudut sebisanya, tidak fokus mengambil wajah dari depan saja. Oh iya ini proyek seingatnya, sesempatnya. Lha iya, wong kadang baru inget untuk mengambil foto saat sudah larut atau malah di pagi buta dan dia lagi di gendongan saya.

Nah berhubungan hal diatas tadi, setelah satu bulan lebih berjalan, saya coba berbagi sebuah ide sederhana tentang peninjauan ulang. Proyek ini cukup memakan resource storage ya. Karena yang saya alami, jagoan sebagai objek foto, seringkali gak diem. Jadi beberapa waktu saya harus mengambil foto dalam mode continuous. Ntah sampai beberapa detik, kadang cukup lama, hingga saya menemukan gambar yang benar-benar diem dan tidak goyang.

Baru liburan Sabtu kemarin saya berkesempatan, sehubungan dengan sedikitnya waktu untuk melakukan review foto yang sudah diambil tiap harinya, hadoooh sibuk bener sih. Dan waw melelahkan mata, karena begitu banyak gambar yang harus saya lihat. Belum lagi ketika ingin mencari gambar yang benar bercerita, gambar itu harus dipilih dan dipilah, gak sedikit, hingga tiga folder he he he. hasilnya 70 foto saja yang tersisa. Inginnya sih hanya sejumlah hari dalam kalender bulan tersebut saja, tapi saya putuskan tidak. Jadi ada foto pada hari tertentu jumlahnya lebih banyak.

Tentang cara pemilahan, untuk melakukannya saya menggunakan bantuan applikasi Image Magick. Pertama, foto-foto pada hari yang sama, saya kumpulkan dalam satu folder. Kedua saya membuat sebuah berkas gambar yang berupa salinan dari semua foto pada folder tersebut. Fungsinya semacam "indeks" agar lebih efisien (semacam thumbnail). Ketiga, setiap foto yang menarik, saya pindahkan ke folder penyaringan pertama. Dan proses berulang lagi sampai saya cukup puas dengan semua pilihan foto yang ada.

Untuk menghasilkan indeks foto seperti contoh diatas dari sebuah folder menggunakan ImageMagick caranya adalah dengan memanfaatkan script montage. Misal, untuk menghasilkan indeks berisi 7 x 10 foto, dengan label nama berkas dan waktu foto diambil pada tiap frame, serta berwarna latar belakang putih, dimana tiap frame berukuran 25% dari foto aslinya, dan disimpan dengan nama indeks-7-10.jpg adalah sebagai berikut;

montage -label "%f @ %[EXIF:DateTime]" -frame 5 -background #ffffff -geometry +4+4 -resize 25% *.JPG indeks-7-10.jpg

Demikian cerita menjelang tengah malam kali ini. Semoga bisa bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar